Akhir-akhir ini saya sering mendengar di berita kalau situasi di papua mulai tidak kondusif. Sering terjadi penembakan oleh orang-orang tidak di kenal, guna mengacaukan situasi di Papua. Sebenarnya apa mau mereka, apa tuntutan mereka? itu mungkin yang ada di benak kita. Papua adalah suatu gugusan kepulauan yang berada di timur Indonesia, Papua di bagi menjadi tiga daerah,yaitu: papua barat dan papua barat. Papua memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa melimpah. Tidak kalah dengan keanekaragaman hayati nya alam tanah papua juga mengandung emas. salah satu komoditi atau kebutuhan di jaman sekarang. Tetapi tanah papua di ekploitasi emasnya oleh PT Freeport, perusahaan asal amerika ini mengebor emas di papua sejak 1967. PT Freeport adalah perusahaan tambang emas terbesar di dunia melalui tambah Grasberg.
Inilah yang menjadikan koflik, kabarnya masyarakat di Papua tidak rela tanah mereka di eksploitasi karena masyarakat sekitar tidak diikut sertakan dalam penambangan tersebut. Masalah ini lah yang mungkin menjadi konflik berkepanjangan seperti sekarang ini. Bayangkan saja keberadaan PT Freeport memberikan manfaat langsung dan tidak langsung kepada Indonesia sebesar 33 miliar dolar dari tahun 1992–2004. Angka ini hampir sama dengan 2 persen PDB Indonesia. Dengan harga emas mencapai nilai tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yaitu 540 dolar per ons, Freeport diperkirakan akan mengisi kas pemerintah sebesar 1 miliar dolar.
Tapi nyatanya masyarakat papua masih tinggal dalam keterbelakangan, karena kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Mereka belum sadar bahwa mereka tidur di timbunan emas. Seharusnya pemerintah mulai memberdayakan masyarakat sekitar agar tidak terjadi konflik seperti sekarang ini, dan bisa membawa masyarakat papua kepada kemakmuran dimana mereka memang layak mendapatkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar